CIREBON : Jalan Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang sudah tidak mampu lagi menahan berat beban angkutan batu bara. Saat ini bahkan kondisinya sudah dianggap kritis dan tidak layak dilalui oleh kendaraan berat .
Kadishub Jabar Dodi Cahyadi mengatakan kapasitas Cadas Pangeran di Kabupaten Sumedang maksimal hanya untuk kendaraan dengan berat maksimal 10 ton, namun pada kenyatannya masih banyak kendaraan yang lewat dengan kapasitas diatas 10 ton.
"Sudah selama 7 tahun angkutan batu bara melintasi Cadas Pangeran, dan saat ini sudah mencapai titik kritis sehingga harus dihentikan," ujarnya.
Dodi menjelaskan, kekritisan Cadas Pangeran secara kasat mata dapat dilihat ketika angkutan batu bara lewat, jalan tersebujt akan terasa bergetar. Terlebih jika truk tersebut melintasinya secara berkonvoi.
Sementara itu Kadishub Kabupaten Sumedang Ade Setiawan ada retana di Cadas Pangeran dan jika dibiarkan bisa membahayakan.
"Saat ini sudah sangat terasa jalan tersebut bergoyang," katanya.
Penyebab utama, kata dia, adalah angkutan batu bara yang melebihi batas kapasitas. Menurut Ade, kapasitas truk batu bara hanya 20 ton namun selama ini rata-rata truk melintas dengan berat hingga 32 ton.
Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati angkutan batu bara tidak akan lagi melintasi Cadas Pangeran namun harus memutar arah jika akan mengangkut batu bara menuju ke Bandung, Jakarta atau Purwakarta.
Kadishub Jabar Dodi Cahyadi mengatakan pengusaha sepakat untuk melintasi jalur pantura yaitu dari Cirebon menuju Purwakarta lalu langsung menuju ke Bandung.
"Truk batu bara dengan muatan tidak boleh lagi masuk Cadas Pangeran, namun jika dalam keadaan kosong tetap diperbolehkan melintasinya," kata dia.
Dia mengatakan pelaksanaan keputusan itu masih menunggu kesepakatan para pengusaha batu bara lainnya karena dalam pertemuan itu hanya dihadiri delapan orang dari 32 orang pengusaha batu bara yang ada di Pelabuhan Cirebon.
"Ini keputusan darurat dan harus segera dilaksanakan. Sementara untuk solusi jangka panjang masih harus dibicarakan dengan pengusaha angkutan untuk merumuskan formula agar sama-sama untung."
Sementara itu seorang pengusaha batu bara, Direktur PT ABRA, Purwoko mengatakan siap melaksanakan keputusan dan perintah dari Dishub namun berharap tidak hanya angkutan batu bara saja yang dilarang melintas.
"Jangan tebang pilih. Kendaraan yang melebihi batas muatan selain batu bara juga banyak, kok," katanya.
Selain itu, pengusaha juga harus menanggung tambahan biaya jika harus melintasi jalur pantura. Dia mengatakan untuk tambahan ongkos solar saja mencapai Rp350.000 per truk sekali jalan (rit).
"Harus diambil langkah yang tidak merugikan semua pihak."
Popular Posts
-
CIREBON : PT Pupuk Kudjang menjamin ketersediaan pupuk untuk wilayah Jabar akan terpenuhi hingga akhir tahun 2009 mendatang. Manager Komunik...
-
Meski usianya sudah mencapai 62 tahun namun Enjo Suharjo masih terlihat energik saat bercerita tentang usahanya merinstis pembuatan jamur ka...
-
CIREBON : Jumlah kiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) melalui layanan Western Union (WU) di Kantor Pos Cirebon hingga triwulan ke ...
-
CIREBON : Produksi gula kristal putih milik petani tebu rakyat Jawa Barat yang dijual melalui system lelang pada tahun ini turun drastis jik...
-
Melintasi jalan raya pantura, tepatnya di sepanjang jalan by pass antara Plumbon --Plered Kabupaten Cirebon, di kanan dan kiri jalan sejumla...
-
CIREBON : Ditengah tingginya harga gula di pasar swalayan, yang mencapai Rp8.000 per kg, ternyata harga ditingkat petani tebu masih jauh dib...
-
Bandung – Membuka web site dengan alamat www.artav-antivirus.com, sama sekali tidak ada informasi jelas siapa pembuatnya. Hanya sebuah tulis...
-
Ekspor ikan dan hasil olahan ikan Jawa Barat tahun 2008 masih bagus bahkan nilai ekspor jauh lebih baik dari tahun 2007. Kepala Balai Penguj...
-
CIREBON : Nilai transaksi investor dari wilayah Cirebon yang bertransaksi di Pusat Informasi Pasar Modal (PIMP) PT Bursa Efek indonesia (BEI...
-
EKSPOR bahan baku rotan yang dibuka pemerintah membuat pengusaha rotan di Cirebon semakin kesulitan untuk mendapatkan bahan baku rotan. Peng...
No comments:
Post a Comment